Kamis, 23 Oktober 2014

--Abraham Samad--



Dr. Abraham Samad, S.H., M.H., (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 27 November 1966; umur 47 tahun) adalah seorang advokatIndonesia yang menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015.

Pendidikan

Abraham Samad meyelesaikan pendidikan Sarjana (Strata 1/S1), Magister (Strata2/S2), dan Doktoral (Strata 3/S3) di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Makassar[1][2]. Gelar Doktor diraihnya pada tahun 2010[3]. Tesisnya mengambil tema tentang pemberantasan korupsi, yaitu mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.[4]

Karier

Sejak tahun 1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat[3]. Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC). LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya diSulawesi Selatan[1]. Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Abraham Samad duduk sebagai koordinator, selain ia adalah penggagas LSM tersebut.[3]
Menurut The Jakarta Post, Samad dikenal dekat dengan Laskar Jundullah yang merupakan kelompok Islam garis keras di Makassar.[5] Samad merupakan bagian dari tim hukumKomite Penegakan Syariat Islam.[5] Pada tahun 2002, Abraham Samad menjadi kuasa hukum terdakwa teroris Agus Dwikarna yang ditangkap di Bandar Udara Internasional Manila karena membawa bahan peledak.[5] Ia juga dilaporkan dekat dengan Abu Bakar Ba'asyir, dan ketika Baasyir mengunjungi Makassar pada Juli 2009, Samad mendampinginya.[5]

Seleksi Calon Pimpinan KPK

Abraham Samad sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)[4] dan Komisi Yudisial[1]. Namun, semua gagal hingga ia memutuskan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Seleksi capim KPK 2011 sebenarnya bukanlah hal baru bagi Abraham, karena ia sebelumnya sudah pernah mendaftar sebanyak dua kali. Pada ketiga kalinya inilah Abraham bisa melewati seleksi hingga tingkat akhir (uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR). Abraham bersama 8 calon (sebelumnya 10 calon) diajukan oleh Pansel KPK yang diketuai oleh Menkumham Patrialis Akbar dimana Abraham menempati peringkat kelima dari seluruh calon yang diajukan[1]. Abraham merupakan calon pertama yang menjalai uji kelayakan dan kepatutan yang dimulai pada tanggal 21 November 2011[2].
Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III asal sembilan fraksi DPR, Abraham mengalahkanBambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara [6]. Ia dan jajaran pimpinan KPK yang baru saja terpilih, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011[7].

Dukungan

Abraham didukung oleh beberapa lembaga[8], diantaranya:
·         Koalisi Masyarakat Anti-Korupsi;
·         Komisi Pemantau Legislatif (Kopel);
·         Pusat Studi Demokrasi Unhas;
·         Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Makassar;
·         Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Makassar (YLBHM);
·         YLBHP2i;
·         Masyarakat Peduli Pelayanan Publik Sulsel.
·         Clean Governance DPC Lamongan

Referensi

1.      ^ a b c d Politikana - 15 november 2011
2.      ^ a b Kompas - 21 November 2011
3.      ^ a b c Tribun Timur - 6 agustus 2011
5.      ^ a b c d Profile of KPK chairman-elect Abraham Samad, The Jakarta Post, 2 Desember 2011, diakses pada 19 Mei 2014.
Banguninspirasi.com ~ Saat ini mungkin hanya KPK satu-satunya lembaga yang masih dipercaya masyarakat. Karena penegak hukum lainnya seperti kepolisian, bahkan mahkamah konstitusi pun sudah terlibat kasus. KPK juga makin ganas untuk membongkar kasus-kasus korupsi di negeri ini. Dan sosok dibalik itu adalah Abdaham Samad, ketua KPK saat ini. Lalu bagaimana kisah hidupAbraham Samad hingga menjadi ketua KPK saat ini.






Berikut Kisah Hidup Abraham Samad,

Abraham Samad Dilahirkan pada tanggal 27 November 1967, di Makassar. Semasa kecilnya ia tumbuh dalam bimbingan ibunya karena sejak kecil telah ditinggal ayahnya. Bagi Abraham, ibunyalah yang selalu menuntun hidupnya. Ibunya selalu menanamkan kejujuran padanya. Contohnya saat ia sekolah, Abraham sempat mengambil kapur tulis untuk digunakan di rumah. Sebenarnya gurunya tak melarangnya, namun ketika sampai di rumah sang ibu menyuruhnya untuk mengembalikan kapur itu karena bukan haknya.

Saat SMP,
 Abraham tumbuh menjadi pribadi yang sangat kritis. Ia selalu merasa tidak nyaman setiap kali berjumpa dengan ketidakadilan. Terlebih lagi ketika SMA, bahkan ia seringkali bertengkar untuk membela teman-temannya. 

Setelah lulus SMA,
 Abraham Samad memilih melanjutkan ke perguruan tinggi dengan memilih Fakultas Hukum di Universitas Hasanudin, Makasar. 

Abraham Samad
 sedikit bimbang dalam menentukan profesi yang akan digelutinya kelak. Pada satu sisi, ia sangat ingin menekuni profesi advokat, karena pada dunia inilah ia bisa melakukan pengabdian untuk melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang hak-haknya terlanggarkan serta dirugikan sesuai dengan pangilan hatinya. Namun di sisi lain, ibunya lebih mengharapkan agar Abraham untuk menjadi seorang Birokrat. Namun sebelum benar-benar terjun pada profesi advokat, Abraham memulainya dengan magang terlebih dahulu. ada hal-hal tertentu yang selalu saja menggelisahkan hati Abraham sejak pertama kali menjejakkan kakinya dalam belantara penegakan hukum di Indonesia. Kegeliasahan tersebut semakin lama semakin membesar ketika ia semakin memahami bahwa sistem hukum Indonesia belum berjalan sebagaimana mestinya.

Ada suatu kasus yang ditangani oleh
 Abraham Samad yaitu kasus bom Makassar beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Abraham terlihat semakin aktif dalam melakukan pembelaan terhadap korban perlakuan tidak adil dengan isu teroris yang saat itu sangat sensitif dan cenderung dihindari oleh para advokat lain. Sebagai seorang praktisi hukum sekaligus tokoh pejuang anti korupsi, Abraham sangat prihatin terhadap fenomena budaya korupsi yang merajalela di negeri ini. Dalam pandangannya, dunia hukun dan peradilan di Indonesia sudah sangat terkontaminasi oleh perilaku korupsi ini. 

Setelah menyelesaikan studi di Fakulatas Hukum, ia pum melanjutkan S2, masih di Universitas Hasanudin. Sejak tahun 1996,
 Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat. Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC). LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan. Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Abraham Samad duduk sebagai koordinator, selain ia adalah penggagas LSM tersebut.

Pada tahun 2010, Abraham Samad meraih gelar Doctor di Universitas Hasanuddin. Tesisnya mengambil tema tentang pemberantasan korupsi.

Abraham
 sempat mendaftar sebagai calon anggota DPD, namun gagal. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Pada seleksi tahun 2011 yang merupakan seleksi ketiga kali baginya untuk menjadi ketua KPK, akhirnya ia terpilih tahun 2011. 

Saat ini KPK sedang menangani kasus-kasus korupsi yang besar seperti kasus Hambalang, Kasus Century, Kasus hakim MK, dan beberapa kasus-kasus lainnya. Dan semoga KPK bisa membongkar semua korupsi di negeri ini.

Sumber :
 http://www.banguninspirasi.com/2013/12/kisah-hidup-abraham-samad-ketua-kpk.html#ixzz34awTJaM8

Abraham Samad & Kisah Ibunya Marah Karena Mengambil Lima Kapur Tulis

Jakarta (voa-islam.com) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, sama-sama menyimpukan korupsi di Indonesia sudah sangat sistemik. Hal ini disampaikan keduanya saat di seminar "Kepemimpinan Indonesia Mendatang", di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Selasa, 26/11/2013.
Samad menjelaskan, bagaimana Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, termasuk mineral, tetapi kenyataannya, masih banyak rakyatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. Lebih 35 juta penduduk Indonesia yang miskin, dan angka pengangguran, lebih 7,5 juta?
Ketua KPK itu, juga menjelaskan sumber daya alam kita sekarang berada di tangan asing dan sangat menguntungkan asing. Bukan memberikan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Sebagian rakyat Indonesia sungguh sangat susah hidup mereka.
Bahkan, mantan Ketua MK, Mahmud Md, menjelaskan bahwa anaknya yang    menjadi dokter, sedang melakukan “koas” (kerja praktek), di daerah Jawa Tengah, mengisahkan, tentang seorang bapak, yang lebih memilih istri mati, dibandingkan harus membayar biaya rumah sakit karena tidak mampu.
Abraham juga menambahkan utang Indonesia saat sekarang ini, mencapai Rp. 1607 triliun. Sudah hampir melebihi APBN. Ini menggambarkan betapa Indonesia ekonomi sangat rentan. Karena tingkat ketergantungan sangat tinggi kepada fihak luar negeri.
Dibagian lain, menurut Samad, lebih pedih lagi, semua kebutuhan pokok Indonesia harus di import dari luar negeri. Beras, kedelai, jagung, dan buah-buahan, dan produk-produk pertian lainnya, semuanya diimport dari luar negeri, termasuk daging, padahal mestinya tidak perlu Indonesia mengimport dari luar negeri.
Import barang-barang, termasuk kebutuhan pokok rakyat Indonesia semua permainan antara pengusaha kartel dengan pihak pejabat Indonesia, dan semuanya itu membuat sumber korupsi,  dan memanfaatkan jabatan mereka, seperti terjadi dibidang import daging.
Bahkan, menurut Abraham, ada unsur-unsur manipulasi, misalnya sekarang ini dari fihak Australia, membagi-bagikan bahan yang digunakan untuk inseminasi (pembiakan) ternak sapi, di mana dalam waktu singkat sapi bisa beranak, dan proses lebih cepat, dan sangat besar sapi yang hasil inseminasi dengan obat yang diberikan oleh Australia.
Tetapi, sesudah itu, sapi yang diberi suntikan inseminasi itu, menjadi mandul. Ini sebuah negara membuat Indonesia terus bergantung  kebutuhan daging kepada pihak Australia.
Kemiskinan di Indonesia faktor di Indonesia Abraham Samad, disebabkan karena korupsi, di mana korupsi sudah berlangsung se cara sistemik. Mahfud Md juga membenarkan pendapat Abraham, di mana kondisi korupsi sekarang ini, sudah bersifat menyeluruh.
Abraham, menambahkan, pelaku korupsi sekarang ini,  bukan karena “need” (kebutuhan), misalnya seorang pegawai negeri, golongan rendahan, di kelurahan dengan gaji pas-pasan, maka kemudian melakukan pungli. Tetapi sekarang yang melakukan korupsi adalah karakter atau perilaku, karena ketamakan, bukan lagi faktor “need”. Ini semua karena faktor gaya hidup,  dan kecenderungan yang hedonis.
Abraham menegaskan, bahwa KPK berkerjasama dengan Kementerian Pendidikan, di mana sejak dini, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi akan diajarkan tentang korupsi, agar mereka ketika besar, dan berkuasa tidak korup.
Tetapi, diatas semuanya itu, menurut Abraham adalah keteladanan (tauladan). Ketua KPK itu, memberikan contoh Khalifah Umar Ibn Khattab, belum akan beranjak  tidur, sampai memastikan rakyatnya tidak ada yang lapar, ujarnya.
Abraham, mengisahkan dirinya, ketika masih kanak-kanak, waktu masih sekolah SD, dan ketika pulang sekolah, dia melihat teman-temannya mengambil kapur  tulis, dan dibiarkan oleh  gurunya.
Kemudian, Abraham mengikuti teman-temannya, mengambil lima kapur tulis, dan dibawa pulang, dan diletakkan diatas meja, dekat papan tulis, tuturnya. Tetapi, ibunya melihat lima kapur tulis itu, dan ibunya bertanya kepada Abraham, “Ini kapur tulis dari mana?”, ucapya. “Mengambil dari sekolah, dan Pak Guru membiarkannya”, ujarnya.
Ibunya sangat marah, dan meminta Abraham mengembalikan lima kapur tulis, dan membungkusnya untuk dibawa ke sekolah lagi. Bahkan, saat berangkat, ibunya masih memeriksa tasnya.
Ibunya, menasehati Abraham,”Jangan sekali-kali mengambil barang yang bukan menjadi hakmu”, tegasnya. Pengalamannya di waktu kanak-kanak itu membekas sampai hari ini.
Sekarang yang diambil bukan  hanya kapur tulis, tetapi korupsi sudah semua milik negara diambil, seperti menjadi milik pribadinya. Sementara rakyat hidup sangat susah, dan menderita.
Bahkan, ingin berobat, ketika sakit tidak mampu, dan banyak pasien yang mati. Mau sekolah tidak mampu, dan terpaksa tidak sekolah, meskipun sudah ada  kebijakan wajib belajar. Begitu dahsyatnya akibat dampak korupsi. *mshd.

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/11/26/27801/abraham-samad-kisah-ibunya-marah-karena-mengambil-lima-kapur-tulis/#sthash.To8Uxtap.dpuf

EFEKTIFKAH KULIAH HARI SABTU, YANG SEHARUSNYA LIBUR ?

Oleh : Santi Parwati
(Suara Bebas Mahasiswa dalam Buletin Messi-Gombal)

Tahun 2014 adalah tahun dimana pada saat ini STAIN Jember akan beralih status menjadi IAIN Raden Paku Jember, upaya tersebut untuk menjadi IAIN tidaklah mudah, banyak hal yang telah di lakukan oleh Kepala STAIN sendiri dalam perubahan statusnya. Tapi,saat ini  apakah STAIN sudah pantas memperoleh gelar IAIN ? Sedangkan pada tahun ajaran baru kali ini,  hari Sabtu yang seharusnya libur malah ada kuliah, sampai-sampai ada beberapa Prodi di jurusan Tarbiyah kuliah full dari hari senin hingga sabtu. Efektifkah hal tersebut ?.
Pada sejatinya untuk menjadi IAIN itu minimal di dalam kampus tersebut dihuni oleh 4 ribu mahasiswa dari semua jurusan dan tidak hanya itu, pengalihan status itupun haruslah bersyarat memiliki minimal 12 program studi. Berkenaan dengan syarat tersebut STAIN Jember sudah memenuhinya. Berkaca dari hal ini, efeknya adalah karna terlalu banyaknya jumlah mahasiswa di STAIN Jember yang berakibat adanya kuliah pada hari sabtu. Ada beberapa mahasiswa di jurusan Tarbiyah yang prodi dan kelasnya pun berbeda-beda serta dari semester 1, semester 3 ataupun semester 5 berkeluhan mengalami efek dari kuantitas mahasiswa yang membludak di karenakan kurang tersedianya ruang kelas, mungkin itulah kendalanya. Banyaknya mahasiswa yang ditampung sehingga berakibat kurangnya wadah “penampungan” untuk mahasiswa kuliah. Terdengar pula kabar bahwa STAIN Jember akan merencanakan penambahan 36 ruang kelas lagi, tapi belum ada kepastian akan berita ini karna fakta di lapangan saja proses pembangunan di gedung Babussalam belum terampungkan. Apakah mungkin pembangunan tersebut akan di lendingkan setelah peralihan status STAIN menjadi IAIN ? lalu kapankah status tersebut bisa dicapai ?.
Kuliah pada hari sabtu mungkin suatu gebrakan baru di kampus kita, ada yang menerima dan ada juga yang tidak. Sebagian mahasiswa menerima jadwal kuliah pada hari sabtu ini karna pada hari-hari lain selain hari minggu, seperti hari senin, selasa, rabu, kamis, atau pun pada hari jum’atnya libur. Sedangkan bagi mereka yang tidak menerima dengan jadwal kuliah hari sabtu karna mereka bernasib mempunyai jadwal kuliah full dari hari senin hingga hari sabtu. Terdengar sangatlah kurang efektif dengan jadwal kuliah pada umumnya yang aktif dari hari senin hingga jum’at saja. Dengan demikian tidak jauh beda dengan jadwal sekolah pada anak SMA.
“Mencerdaskan kehidupan bangsa” merupakan tujuan bangsa yang mulia, yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, baik dalam UUD 1945 yang belum ataupun yang telah diamandemen. Formula apakah yang jitu untuk bangsa ini dalam mencerdaskan para kaula mudanya terutama Penggebrak Perubahan dan Pelopor Kesejahteraan ? inilah tantangan bagi kita Para Mahasiswa, berjihadlah dengan ilmu.

SUKSESNYA ACARA DIALOG INTERAKTIF SE-TAPAL KUDA


SUKSESNYA ACARA DIALOG INTERAKTIF SE-TAPAL KUDA
(Berita di Buletin Messi-Gombal)

            STAIN Jember- Pada hari Selasa, 20 Mei 2014 HMPS AS mengadakan sebuah acara Dialog Interaktif Se-Tapal Kuda yang bertemakan “Memperkenalkan Peluang Advokat bagi Sarjana Syari’ah” dalam UU no. 18 Tahun 2003. Acara tersebut terlaksana di Aula Perpustakaan STAIN Jember pada pukul 13.00 WIB yang dihadiri oleh para undangan, delegasi-delegasi instansi luar se-Jatim dan alumni, serta antusiasme para mahasiswa STAIN Jember yang juga turut serta didalamnya.
            “Acara Dialog Interaktif ini bertujuan untuk memperkenalkan peluang advokat bagi sarjana syari’ah serta pertemuan warga AS se-Jatim, untuk mengikat emosional dalam rangka membentuk forum komunikasi warga AS minimal tingkat se-Jatim” tutur Yanto Hasyim selaku Ketua HMPS AS STAIN Jember. Dan dia juga menambahkan bahwa acara tersebut merupakan langkah awal yang dilakukan mahasiswa STAIN Jember karena sebelum-sebelumnya tidak pernah ada acara yang melendingkan hingga se-Jatim. Pada acara Dialog Interaktif ini juga mendatangkan 2 (dua) narasumber yaitu Bapak Rudi Marjono,S.H yang merupakan seorang advokat atau praktisi dan juga Bapak Martoyo, S.HI., M.H yang merupakan salah satu dosen di STAIN Jember.
            Padahal sebelumnya saat rapat awal, rencananya Dialog Interaktif hanya untuk ranah STAIN Jember sendiri saja, lalu karena ada kesalahan pada surat sehingga ada masukan-masukan ide menjadi se-Tapal Kuda, hingga pada akhirnya menjadi se-Jatim. Sebelum memiliki rancangan itu, inti target utama acara tersebut harus terlaksana. Kendala yang dihadapi pada saat pra acara adalah tempat acara, sehingga acara yang semula bertempat di Auditorium STAIN Jember pada tanggal 19 Mei 2014 diundur menjadi bertempat di Aula  Perpustakaan STAIN Jember pada tanggal 20 Mei 2014. Awalnya Aula STAIN Jember bisa digunakan oleh acara HMPS AS, sehingga semua surat untuk undangan telah dilayangkan, ketika surat telah terkirim ternyata pihak STAIN mengirim surat kepada pihak HMPS AS bahwa pada tanggal 19 Mei 2014 Auditorium STAIN Jember tidak bisa digunakan karena sudah ada yang memakai. Sehingga akibat Auditorium STAIN Jember yang tidak bisa digunakan oleh acara HMPS AS membuat para pengurus dan panitia memulai rancangan acara dari awal lagi.
Tetapi, hal tersebut tidaklah menjadi kendala karena acara pada selasa 20 mei 2014 itu berhasil diselenggarakan di Aula Perpustakaan STAIN Jember  yang fasilitasnya lebih nyaman untuk diadakannya Dialog Interaktif. Kendati demikian menurut penuturan Rudi Hartono sebagai Ketua Panitia pada acara tersebut, “Memang ada beberapa kendala, tapi semuanya berjalan sesuai dengan konsep yang telah dirakerkan, meskipun ada pandangan yang pada awalnya peserta akan hadir sedikit ternyata pada saat acara, peserta melebihi kuota yang ada, sampai-sampai sertifikat yang telah disediakan malah kurang, karena sertifikat yang ada merupakan sertifikat untuk peserta yang terdaftar saja”, ujarnya saat diwawancarai di warung santri (24/05/2014).
Menurut pendapat Nouval Hidayatullah, peserta Dialog Interaktif tersebut mengatakan “Adanya acara Dialog Interaktif tersebut sangat penting sekali karena itu sangat memberi semangat untuk berpeluang menjadi advokat dan juga acara itu berperan penting dalam meningkatkan kualitas warga syari’ah menjadi penegak hukum yang kompeten” Ujar Mahasiswa Prodi AS semester dua tersebut. Harapan diadakannya acara besar ini adalah sebagai tahapan awal agar adanya komunikasi bagi semua warga AS se-Jatim lewat perantara adanya Dialog Interaktif tersebut, juga sebagai pembelajaran  bagi kepengurusan HMPS AS untuk membangun relasi agar lebih baik, serta sebagai Mahasiswa hukum syari’ah agar memiliki semangat seperti dalam UU no. 18 Tahun 2003.  


oleh: Santi Parwati (Mahasiswi semester 2 Prodi AS-STAIN Jember)

PESAN ISTIQOMAH

Apakah TUHAN Benar-benar Ada? (3 Pertanyaan, 1 Jawaban) Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tana...